Sejumlah pelajar, relawan lingkungan, dan warga pesisir menggelar gerakan tanam mangrove di kawasan pesisir pada Minggu pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga garis pantai, mengurangi risiko abrasi, serta meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap ekosistem pesisir.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Para peserta berkumpul di area tepi pantai sebelum menerima pengarahan singkat dari panitia. Setelah itu, mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menanam bibit mangrove di titik-titik yang telah ditentukan.
Koordinator kegiatan, Dimas Prakoso, mengatakan bahwa penanaman mangrove tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
“Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi. Selain itu, kawasan mangrove juga menjadi tempat hidup berbagai biota laut. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Dimas.
Menurut panitia, sebanyak 500 bibit mangrove disiapkan dalam kegiatan tersebut. Bibit ditanam di area berlumpur yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Para relawan juga memasang penanda sederhana agar lokasi penanaman mudah dipantau dalam beberapa bulan ke depan.
Selain menanam mangrove, peserta juga mendapat edukasi singkat tentang fungsi hutan mangrove. Materi yang diberikan meliputi peran mangrove dalam menjaga kualitas air, menjadi habitat ikan dan kepiting, serta membantu menyerap karbon.
Salah satu peserta, Rani Amalia, mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa kegiatan lapangan seperti ini membuat pelajar lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan.
“Kalau hanya belajar dari buku, kadang kurang terasa. Tapi setelah turun langsung dan menanam sendiri, kami jadi lebih paham kenapa mangrove itu penting,” katanya.
Warga sekitar turut mendukung kegiatan ini. Mereka berharap penanaman mangrove tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan perawatan rutin agar bibit yang ditanam bisa tumbuh dengan baik.
Panitia menyebutkan bahwa pemantauan akan dilakukan secara berkala. Jika ada bibit yang rusak atau hanyut, relawan akan melakukan penyulaman di lokasi yang sama.
Gerakan tanam mangrove ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian bersama terhadap kawasan pesisir. Panitia juga berencana menggandeng sekolah, komunitas pemuda, dan kelompok nelayan dalam kegiatan lanjutan.
